Lambang mudah salah ditafsirkan
Gambar rumah lazim dipahami sebagai jalan kembali ke beranda, sedangkan gelembung percakapan sering menandakan bantuan. Keduanya bukan aturan mutlak. Bentuk yang terlihat jelas bagi satu pengunjung mungkin terasa asing bagi orang lain, apalagi ketika warna, ukuran, dan latar belakang berubah.
Sebab itulah menu CUAN128 menggabungkan ikon dengan tulisan seperti HOME, LIVECHAT, dan HADIAH. Label memberi keterangan yang tidak dapat disampaikan oleh gambar kecil saja. Pengunjung juga bisa melihat alamat tujuan sebelum membuka tautan eksternal.
Hubungan ikon dengan tindakan
Tombol yang tampak dapat ditekan seharusnya benar-benar menjalankan tindakan. Ikon kaca pembesar, misalnya, lebih berguna jika mengarah ke pencarian daripada hanya menjadi hiasan di dekat judul. Konsistensi antara simbol dan hasil klik mengurangi kebingungan saat menjelajahi banyak halaman.
Selain bentuk, ukuran area sentuh penting diperhatikan. Sebuah ikon mungil di dalam tombol yang cukup lapang lebih mudah digunakan daripada ikon besar dengan area klik sempit. Jarak antaraksi juga mencegah pengguna membuka pilihan yang bersebelahan secara tidak sengaja.
Teks alternatif untuk gambar
Ikon dekoratif biasanya tidak membutuhkan pembacaan terpisah oleh teknologi bantu apabila teks label sudah tersedia. Sebaliknya, gambar yang menyampaikan informasi perlu memiliki deskripsi yang menjelaskan isi utamanya. Perlakuan yang tepat bergantung pada fungsi gambar, bukan hanya pada apakah bentuknya terlihat bagus.
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan menavigasi halaman menggunakan tombol Tab. Fokus yang berpindah secara berurutan memberi gambaran tentang elemen interaktif. Jika suatu simbol tidak mempunyai nama yang jelas, pengunjung yang memakai keyboard atau pembaca layar berisiko kehilangan konteksnya.

