Menjelajah melalui tombol Tab
Pengguna keyboard biasanya berpindah dari satu tautan atau tombol ke elemen berikutnya menggunakan Tab. Urutan fokus harus mengikuti susunan yang masuk akal, dari menu ke konten lalu bagian akhir. Indikator fokus yang terlihat membantu menunjukkan posisi saat ini.
Pada situs dengan banyak kartu, pemeriksaan keyboard dapat mengungkap elemen yang tampak interaktif tetapi tidak bisa dipilih. Tombol galeri, misalnya, perlu merupakan tombol sebenarnya, bukan gambar yang hanya diberi efek ketika diklik dengan mouse.
Nama kontrol harus dapat dipahami
Pembaca layar mengandalkan label yang tersedia di kode halaman. Tautan bertuliskan βBaca lengkapβ bisa lebih mudah dipahami ketika ada konteks judul artikel di sekitarnya, sedangkan tombol tanpa nama memberi informasi yang sangat terbatas. Teks alternatif untuk gambar juga perlu menjelaskan fungsi atau isi pentingnya.
Pengujian tidak cukup hanya dengan memperbesar tulisan. Coba aktifkan navigasi keyboard, buka dialog perbandingan, dan pastikan ada cara jelas untuk menutupnya. Alur yang tetap dapat digunakan oleh berbagai pengunjung menunjukkan bahwa desain mempertimbangkan lebih dari satu kebiasaan berinteraksi.
Memahami kebutuhan yang beragam
Sebagian orang menggunakan perbesaran, pengaturan kontras, atau pengurangan animasi karena alasan kenyamanan. Preferensi tersebut mungkin berubah sesuai perangkat atau kondisi. Website yang baik seharusnya menghormati pengaturan dasar pengguna daripada memaksa efek bergerak di seluruh halaman.
Perbaikan aksesibilitas juga membantu penggunaan umum. Label jelas, urutan menu konsisten, dan tombol berukuran cukup besar membuat interaksi lebih sederhana bagi siapa pun. Dampaknya terasa bahkan ketika pengunjung tidak memakai teknologi bantu tertentu.

